Rabu, 17 Juni 2015
Senin, 19 Januari 2015
TUHAN YESUS ITU BAIK
Mengarungi perahu rumah tangga yang kecil dan mungil selama 1 Tahun, 1 bulan, 7 hari, dengan perlindungan dan penyertaan Tuhan, penuh kesabaran dan cinta akhirnya kami di berikan suka cita dengan kehadiran bua cinta kami Abhigael Zefnath Leopold Tuarissa.
7 Januari 2015 jam 15:47 WIB di Rumah Sakit Mulya Ciledug Tangerang Banten, dengan ijin Tuhan anak kami lahir kedunia dalam kondisi sehat dengan berat 3,2 kg, panjang 48 cm.
Proses persalinan saat itu sangat menegangkan, karna dari awal pemeriksaan kandungan istri saya semuanya normal dan di harapkan persalinannya normal pula dengan prediksi persalinan tgl 2 Januari 2015, namun sampai pada tgl 5 Januari 2015 belum ada tanda-tanda persalinan sehingga di anjurkan dokter untuk melakukan pemeriksaan dan sekaligus melakukan metode induksi untuk membantu merangsang proses persalinan, tgl 6 Januari 2015 saya mengantar istri ke dokter untuk melakukan pemeriksaan dan ternyata sudah pembukaan 3 namun istri saya belum mengalami tanda-tanda mual atau lajimnya ibu hamil dalam proses persalinan, akhirnya dokter menganjurkan untuk melakukan metode Induksi, setelah proses induksi di lakukan selama 24 jam tidak ada perkembangan, dan akhirnya harus di lakukan oprasi Cesar. tgl 7 Januari 2015 dari Rumah Bersalin Persada Sari, istri saya kemudian di rujuk ke Rumah Sakit Mulya untuk di lakukan tindakan medis Cesar.
Pukul 08:30 WIB kami berangkat dari Rumah Bersalin Persada Sari menuju ke Rumah Sakit Mulya dengan menggunakan mobil ambulan dan tiba kira-kira pukul 09:10 WIB, istri saya lalu di bawah ketempat pemeriksaan dan kemudian di suruh berpuasa sampai Pukul 15:00 WIB. perasan takut, kuatir itu ternyata hadir dan membuat saya gelisa. istriku di tempatkan di ruang nginap kls 2 dan dia boleh beristirahat disitu sampai waktu operasinya tiba, di luar ruangan saya tidak tetang duduk dan memikirkan istri saya tiba-tiba seorang suster menghampiri saya dan meminta saya ke ruangan kebinanan untuk melakukan tandatangan untuk proses oprasi, lembar demi lembar saya baca sebelum di tandatangani, ada beberapa poin yang membuat saya takut hingga saya bertanya beberapa kali kepada suster dengan nada tegas. Degan sabar suster menjelaskan poin-poin tersebut dan saya pun pasra dengan yakin ada Tuhan Yesus menolong. saya pun menandatangani surat-surat tersebut dan keluar.
Tibalah waktunya untuk proses operasi, istri saya di bawah keruang operasi seitar jam 15:05 dan saya trus mendampinginya sampai di pintu masuk ruangan operasi dengan ciuman di wajahnya untuk menguatkannya kami berdoa. selesai berdoa istri saya di bawa masuk dan saya menunggu di luar, dalam masa penantian itu air mata saya dan trus berdoa semua berjalan dengan baik. beberapa menit kemudian dokter memanggil saya untuk melihat anak kami dan menjelaskan semuanya berjalan dengan baik, anak kami sehat dan istri dalam proses pemulihan, hati dan jiwa saya bergirang memuji Tuhan sungguh tak dapat di lukiskan, sunggu Tuhan itu teramat baik bagi saya dan keluarga saya. saya boleh melihat anak saya dalam kondisi sehat, putra yang manis dari buah cinta kita.
Dua hari masa pemulihan di rumah sakit akhirnya istri saya bisa di ijinkan pulang kami pulang dengan rasa syukur. dan saat ini kami boleh hidup dalam kasih karunia Tuhan.
Jikapun laut penuh tinta Dan langit menjadi kertas Rumput-rumput jadi pena Dan orang skalian penulis Menuliskan kasih Tuhan Akan kering lautan Langit tak dapat muatkan Segnap kasih Tuhan padaku
satu hal yang dapat saya katakan saat ini untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup saya, bungkin tidaklah berarti tapi saya ingin mengatakan : TERIMA KASIH TUHAN.
Minggu, 05 Oktober 2014
BETA SUKU ALUNE DENG WEMALE DARI PULAU SERAM MALUKU, BUKAN SUKU GAD YANG HILANG DARI 12 SUKU ISRAEL.!
Apakah Masyarakat asli Pulau Seram yang di sebut ALIFURU adalah suku Isreal yang Hilang?
Baileu Negeri Huku (suku ALUNE)
Mendengar
kata ALIFURU orang Maluku saat ini akang bangga dan mengaku mereka adalah suku
ALIFURU tetapi apakah arti dari sebutan ALIFURU iru sendiri?.
Ada
banyak penulis saat ini yang mengatakani mangatakan ALIFURU itu terdiri dari
dua kata bahasa arab yaitu : Alif (لألف ) yang dalam bahasa arab
sebagi huruf pertama di artikan sebagi yang pertama dan Uru di artikan sebagai orang.
pada hal dalam bahasa arab kata URU tidak memiliki arti apa-apa dan dalam
bahasa arab sendiri tidak ada kata Uru bahkan dalam bahasa Asli Seram atau
orang biasa bilang bahasa tanah uru tidak memiliki arti orang, kata orang dalam
bahasa tanah seram di sebut TAMATA , penulis yang lain misalnya Resley menyatakan kata Alifuru bukan berasal
daribahasa Arab, Menurutnya kata Alfuros ini sangatlah tidak mungkin di ambil
dari kata Alifuru sekalipun kata ini merujuk pada pengertian manusia mula-mula
sebab bila Kata Alifuru ini di kaitkan katanye dengan Maloko, Baeleu dan seniri
serta budaya kepala suku yaitu Alluf maka sengatlah tidak cocok. Kata tersebut
berasal dari Alif muncul setelah masuknya bangsa Arab ke Maluku. Tetapi sbelum
itu Alfuros ini menunjuk kepada nama suku bangsa yang telah di temukan oleh
para ahli yaitu “ALUNE’ yang ada baik di Nusa Ina (Pulau Ibu/Seram) dan
Halmahera yang memiliki budaya atau system pemerintahan ‘Alluf’ yaitu
kepemimpinan berada di tangan’ kepala kaum/kepala suku’ menurut Resley Budaya
ini mula-mula di terapkan oleh bangsa ‘Edom’ yaitu keturunan Esau saudara Yakub
(isreal) anak Ishak. Di Maluku di sebut mata rumah (kepala kaum) kepala Soa dan
Kepala suku, sehingga menurutnya ALLUF dalam pegertian bahasa ibrani artinya
-
Panglima, pemimpin (kamus singkat bahasa-Indonesia hal
11)
-
Kepala-kepala kaum di Edom yang kemudian hari di sebut
Raja (Kejadian)
Pada
bagian akhir dari buku Resley, dia mentakan bahwa mayoritas orang Maluku adalah
merupakan keturunan dari suku Gad, yaitu suku Isreal yang telah disangka hilang
dan tak dapat di temukan lagi di Dunia.
Benarkah
Demikian?
Sebenarnya
Pendapat yang pertama mengenai kata ALIFURU berasal dari bahasa Arab itu Mungkin ada
benarnya, kata ALIFURU sebenarnya adalah sebutan untuk merendahkan orang-orang
suku asli dan primitive ((ALUNE, WAEMALE, NAULU, HOAULU DLL) yang berada di
pulau Seram dan Halmahera oleh Para Pedagang Arab Gujarat dan Bangsa Malayu dan
para bangsawan Kerajan Ternate dan Tidore, karena di anggap tidak mengenal dan
menyembah Tuhan atau non muslim dan masih hidup dengan keperjayaan roh-roh
nenek moyang. ALIFURU/ALIFORO, dalam bahasa arab Ali (علي) menyembah atau berdoa kepada Tuhan, Furu/Foro
(فورو) yang artinya tidak sama sekali. jadi ALIFURU itu artinya
orang-orang yang sama sekali tidak mengenal, menyembah dan berdoa pada Tuhan
atau kafir. sebutan ini trus berlangsung sampai kedatangan bangsa Portugis,
Belanda dan sampai indonesia merdeka Bahkan orang-orang lease dan ambon selalu
menggunakan kata ALIFURU ini untuk mengucilkan orang-orang yang berasal dari
Nusa Ina karena keterbelakangan mereka. bahkan masih saja di gunakan sebutan ALIFURU
BALAKANG TANANG untuk mengucilkan orang-orang berasal dari Nusa
Ina.
Hatu Kuasahai Negeri Tihulale
Tentang pendapat yang kedua yaitu pendapat dari seorang yang katanya Rabbi Resley mengenai ALIFURU dari kata Ibrani "ALLUF alam pegertian bahasa ibrani artinya Panglima, pemimpin dan Kepala-kepala kaum di Edom yang kemudian hari di sebut Raja sangatlah bertolak belakang dengan sisitim dan sebutan Pemimpin dan kepala dalam adat istiadat serta budaya yang ada di Maluku, saya ambil contoh misalnya di Pulau seram, setiap kepala dan pemimpin di sebutkan dengan sapaan UPU, untuk Raja di sebut Upu Latu, selanjutnya untuk Kepala Mata Rumah di sebut UPU Hutui, UPU Panai, Upu Selai, Upu Uwen, Upu Niai, Upu Husei, dll sesui dengan Mataruma setiap suku tersebut, dan untuk kepala Keagamaan di sebut MAUWENG, kepala Keamanan di sebut KEWANG dan seturusnya. jadi apa yang di sampaikan Resley tidaklah berdasar pada fakta yang sebenarnya terjadi pada Orang Maluku.
Batu Seit Lama (Negeri Tihulale)
Batu Ruma Hira (Negeri Tihulale)
Saya tidak mengerti dari mana basudara di Maluku saat ini terpengaru dan beranggapan bahwa Maluku adalah salah satu
keturunan Israel yang hilang, kalau kita bicara Alkitabia tidak ada satupun ayat dan
nubuatan yang membuktikan Maluku adalah keturunan Isreal baik secara biologis
maupun darah, kalaupun mengacu pada tulisan seorang yang katanya Rabbi (Rabbi
Resley ) sementara dia tidak jelas Rabbi atau bukan, di kalangan Israel untuk
menjadi seorang Rabbi seseorang itu
harus masuk sekolah yang bernama Yeshiva dan berada di bawa bimbingan Rabbi
terdahulu (senior) mereka yang bersatus
Rabbi biasanya harus memiliki tingkat intelektual yang tinggi di dalam Debatebel (model kls dalam Yeshiva) tidak ada satupun literature dan bukti Resly
ini lulus dari Yeshiva dan siapa yang mengangkat atau melantiknya. Apa yang di sampaikan Resly tidak dapat di
pertanggungjawabkan secara empirit, penelitian dan fakta sebenarnya. Sehingga apa yang di sampaikan dalam Bukunya tidaklah terbukti apapun, karena tidak ada bukti yang bisa diveripikasi dengan
asumsi bahwa Maluku adalah Keturunan Bangsa Israel yang hilang, sebagai anak MALUKU jangan jadikan
diri kita menyangkali dan melupakan jati diri kita sebagai orang MALUKU asli
dengan fanatisme yang keliru yang justru menyesatkan katong sandiri, semua yang di sampaikan dalam grup ini
tentang Maluku adalah suku Israel yang hilang adalah kekaguaman sesaat terhadap
sejarah orang lain yang kemudian di kaitkan dengan sejarah jati diri orang MALUKU
dengan memutar balikan secara yang sebenarnya. Jika di kaitkan dengan
kebudayaan, adat istiadat Maluku sejak semula tidak ada kaitannya dengan Bangsa
Israel cotoh kecil misalnya, sistim HEKA-LEKA, sistim SASI, sistim perkaiwan
dengan mas kawin berupa kepala manusia dll,
sama sekali tidak ada kaitannya dengan bangsa Israel. Coba saja kita tarik
garis geneologis (silsilah keturunan) apakah tersambung dengan bangsa Israel
yang di maksud? Jelas tidak.! Tapi jika ada basudara penasaran silakan membuktikan
sendiri garis silsila keturunannya apakah sambung atau tidak untuk membuktikan
pernyatan basudara yang mengatakan DARAH CARI DARAH.! Kalupun ada basudara yang
mengatakan sudah tes DNA, DNA siapa, siapa yang megambil DNA tersebut benar atau tidak, kapan dan di mana serta hasilnya apa harus di buktikan
jangan hasilnya tidak sama tapi di katakana sama, orang MALUKU jangan lagi di
bohongi, katong satu darah dari MALUKU bukan yang lain. Inga Ambon sudah banyak
di adu domba dengan hal-hal baru seperti yang membuat katong terpecah, jang
lai, mari katong gali sejarah katong sandiri yang sudah ada bukan menempelkan
diri dengan bangsa asing yang justru menyesatkan katong sandiri dari sejarah
katong yang sebenarnya. Beta bangga dan
tak akan perna malu untuk mengatakan BETA ANAK MALUKU ASLI DARI PULAU SERAM bukan suku isreal yang
hilang.!
Baeleu Suku Naulu
Selasa, 29 Juli 2014
POTENSI WISATA AIR TERJUN TANE
Foto :Micke Poseratu 2014
Foto: Hany Tuarissa 2007
Air terjun Tane merupakan salah satu objek wisata alam yang tergolong masih sangat alami, terletak di sebelah utara Negeri Tihulale, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Bersih dan segar serta memiliki dua bentuk yang satunya berbentuk kecil dan yang satunya berbentuk agak sedikit tinggi dan seperti hujan. di sepanjang perjalanan menuju Air terjun ini kita akan menemukan beberapa bentuk air terjun yang juga akan menbuat kita terpesona.
Foto : Hany Tuarissa 2007
Foto : Hany Tuarissa 2007
Kealamiannya masih terjaga dan seperti menikmati air terjun dengan kolam renang di tengah hutan. Kita akan terbawah seperti tempat permandian bidadari dengan suara alam, mulai dari binatang-binatang hutan sampai suara air terjun yang saling berpadu dan sangat bersensasi. Keberadaannyapun memang belum banyak di ketahui orang. namun sebagai masyarakat Negeri Tihulale sendiri harusnya sudah perna tahu atau minimal mendengar mengenai Air Terjun Tane ini. yang lokasinya tak jahu dari Negeri Tihulale sendiri.
Namun untuk sampai ke air terjun Tane ini di perlukan sedikit tenaga ekstra kerena medan yang masih alami dan bisa memacu adrenalin jika kita ingin mengunjunginya, akses jalannya masih merupakan jalan setapak dan bahkan ada jalan yang masih berupa bebatuan kali yang besar dan kecil ada yang licin juga, naik dan turun bukit untuk sampai ke air terjun ini
Air Terjun Tane dengan kolam yang indah
Foto : Marsha Tualena 2004
Tidak salah jika air terjun Tane ini menjadi pilihan aternatif untuk berlibur, tempat yang akan membuat anda merasakan sensasi tak terlupakan sepanjang hidup anda karena saat anda sampai di air terjun Tane ini anda akan di sambut dengan panorama keasrian,kekhasan dan kealamian tempatnya.
Foto : Salmon Atapary 2014
Foto : Salmon Atapary 2014
Air yang tumpah dari ketinggian tebing-tebing tinggi batu menjadi pemandangan yang indah untukdi nikmati. di bawanya kita bisa berkerumun dan bermain pancuran alami atau berenang di kolam yang dingin dan sejuk
Lokasinya memang sedikit terpencil, dan seperti penulis sampaikan sebelumnya perjalanan cukup sulit apalagi saat musim hujan tapi semuanya akan terbayar saat sudah sampai di air terjun Tane, bahkan kita juga akan melewati bebarapa tirai air alami yang mempesona
Tirai Air Alami
Foto: Hany Tuarissa 2007
Sembari berjalan menuju air terjun Tane kita akan di manjakan juga dengan hutan negeri Tihulale yang begitu rimbun, penuh pepohonan besar dan mata kita akan di manjaga dengan keindahan bunga anggrek yang tersebar di sepanjang pejalanan menuju lokasih air terjun Tane, begitupun telinga kita akan di manjakan dengan suara-suara binatang hutang dan kicawan burung yang merdu. jika kita menyusuru air sungai mata kita akan di manjakan dengan pemandangan-pemandangan indah sepanjang aliran air, sekaligus memacu adrenalin kita. perjalanan kita seperti off road
Foto : Salmon Atapary 2014
Foto :Micke Poseratu 2014
Sejujurnya potensi wisata air terjun Tane ini belum mendapat perhatian dari Pemerinta, baik pemerinta daerah maupun Pemerinta di Negeri Tihulale sendiri, pada hal jika potensi wisata air terjun taneh ini di kelolah dengan baik pasti akan meningkatkan taraf ekonomi bagi warga dan menamba pendapatan Pemerinta Negeri Tihulale sendiri. bahkan Pemda juga belum mencantumkannya sebagai inventaris potensi wisata yang bisa di kembangkan pada hal air terjun ini tidaklah kalah menarik dengan air terjun di negeri-negeri lain di kabupaten Seram Bagian Barat.
Foto : Salmon Atapari 2014
Foto :Micke Poseratu 2014
Senin, 28 Juli 2014
Kumpulan Syair
Renunganku Di Pagi
Puisi: Hany Tuarissa
Pagi datang di saat aku maulai memecamkan mata
Ingin rasanya ta peduli pada suara ayam jantang yang membangunkan
Namun sinar mentari membukakan mataku
Untuk melihat dunia di pagi hari
Ku mulai sadar betapa indahnya pagi
Berusaha Memahami setiap keindahan ini.
Ternyata tak bisa ku mengerti..
Hanya bisa melihat dan menikmatinya..
lembaran pun ku buka untuk memulainya
namun ada hal-hal yang menghalangi
dengan tujuan yang pasti ku tak menghiraukannya
memantapkan langka menuju masadepan yang lebih baik.
melihat burung di udara ku belajar darinya
mencuri ilmu dari bunga di padang ku mulai merangkai masa
karena ku tahu ada kuasa hebat yang memelihara.
hingga kusampai pada pelukan yang melindungi dan menghangatkan.
Kutenang bersama-Nya.
Rinduku
Puisi : Hany Tuarissa
Hangatnya malam membuat aku terjaga,
hening dalam alunan musik klasik
seketika ku terbawa dalam memori indah
memori tentang masa kecil di Negeri nan jauh di sana
terbawa masuk kedalaman imajinasi yang penuh embun
Sejuk oh menawan,
detak jantung berlahan mengikuti alunan
waktu terasa begitu lambat tapi besarnya kerinduan
tuk yang elok dan rupawan
seketika ku menatap cermin di samping tempatku berbaring
oh inikah diriku yang begitu rindu
gunung, tanah dan air yang perna kunikmati
TIHULALE AMALESSY tercinta.
Hidup ini muda
By ; Hany Tuarissa
Ingin bahagia buatlah hidupmu bahagia,
Ingin sukses buatlah hidupmu sukses.
Hidup ini indah jangan persulit hidupmu untuk tdk menikmatinya.
Karna kita sendiri yang menentukan bahagia atau tidaknya kita,
jangan pernah menyalahkan org lain atas ketidak bahagianya hidupmu,
karena di saat yg sama kamu sedang mempermalukan dirimu
karena kamu tak sanggup membahagiakan dirimu sendiri pada hal itu mudah.
jangan perna takut untuk mencoba
Ku berbisik untukmu
By : Hany Tuarissa
Malam mulai larut, dan mungkin kamu lelah,
sebelum terlelap ijinkan aku berbisik di telingamu,
sayup-sayup kulantunkan
tidurlah sayang, tidurlah kasih
berbaringlah di sisiku hingga kau terjaga
tak perlu ku katakan cinta, kau merasakannya sendiri.
karna hari-hari hidupku kan kuhabiskan bersamamu.
aku mungkin tidak cerdas, tapi kan kulakukan cinta itu bukan dengan kata.
saat aku tergoda yang lain boleh pergi, tapi aku akan tetap di sini memberikan kekuatanku untukmu
membuktikan komitmenku saat pertama kali aku mengenalmu.
kuberikan hatiku, kuberikan mataku agar kau bisa melihat dan merasakan bagaimana sikap cinta menjaga kau dan aku MAHINAKU.
Siapkan Hati dan Jiwa
By : Hany Tuarissa
Berada dalam alam doa menyambut pagi
dengan sejuta harapan,
walau hati ikut berduka saat mendengar berita
Tetap percaya bahwa yang Tuhan buat itu baik
Dan semua orang pasti akan menuju kesana,
Sesat terdiam dalam sepi berpikir persiapkan diri
trus melanjutkan hidup dengan benar.
supaya ketika di panggil, hati dan jiwa ini siap.
Hutanku Terancam
By : Hany Tuarissa
Saat Hutan terdiam,
sunyi dan tak bersuara,
nafaspun terhenti berlahan
dan kembali saat menyadari bahwa semua akan tiada
karena rakusnya pengusaha hutan yang kian hari kian rakusnya,
menggunakan kelemahan undang-undang
dan berlindung di baliknya
mengambil semuanya dan mengusir mereka yang mencintai alamnya dari tanahnya sendiri, pemerintapun terkesan tak bertelinga,
tak bermata memiliki tangan tapi hanya untuk menerima suap,
hak-hak masyarakat adatpun di abaikan dan terusir dari tanahnya sendiri.
aku tak ingin semua itu terjadi di tanah di mana aku di besarkan,
semoga saja.!
Rindu Sayang Ayah
By : Hany Tuarissa
Saat malam menyelimuti hariku
sesaat hening membawaku pada masa kecil
saat aku duduk di bangku sekolah minggu
Dia yang kurindu bernyanyi bersamaku
Kidung Jemaat 329
Tinggal sertaku; hari t’lah senja.
G’lap makin turun, Tuhan, tinggallah!
Lain pertolongan tiada kutemu:
Maha Penolong, tinggal sertaku!
hingga aku tertidur dalam pelukannya yang hangat
setiap kali kunyanyikan lagu ini ku rindukan dirinya
rindu ini yang membuatku kuat bertahan dalam derasnya dunia
dengan satu tekat membanggakan Dia yang tlah tiada,
sang Ayah yang ku cinta.
Ketenangan di Roda Hidup
Sang mentari menari bersama embun cantiknya
kulihat burung siang berlari ke dahan-dahan
setelah membangunkan yang masih terlelap
oh...indahnya dunia di buat kekasih peluknya dengan lembut
Terus berjalan sembari angin meniup di teriknya mentari
membakar jiwa yang haus ketenangan
meliuk-liuk bakpenari balet di panggung kehidupan
berlomba menjadi sang juara
Saat mentari mulai lemas, mukanya memerah
tertatih-tati menuju peraduan
burung pombo berselimut kain daun tukterlelap
rembulanpun menjaga dalam malam gelap
Jakarta 7 Agustus 2014
Hany Tuarissa
..
Rasaku
kemilau asa di ufuk timur nan jahu
menjanjikan sejuta keinginan terpendam di kalbu
diawal titik langkah perlahan
menjadikan Negeri menabur harapan
saat ku tersadar di bangunkan pagi
hatiku melayang menuju yang ku cinta
ini ungkapan terdalam yang gak bisa aku artikan
tapi mungkin saja artinya "RINDU"
Puisi: Hany Tuarissa
Pagi datang di saat aku maulai memecamkan mata
Ingin rasanya ta peduli pada suara ayam jantang yang membangunkan
Namun sinar mentari membukakan mataku
Untuk melihat dunia di pagi hari
Ku mulai sadar betapa indahnya pagi
Berusaha Memahami setiap keindahan ini.
Ternyata tak bisa ku mengerti..
Hanya bisa melihat dan menikmatinya..
lembaran pun ku buka untuk memulainya
namun ada hal-hal yang menghalangi
dengan tujuan yang pasti ku tak menghiraukannya
memantapkan langka menuju masadepan yang lebih baik.
melihat burung di udara ku belajar darinya
mencuri ilmu dari bunga di padang ku mulai merangkai masa
karena ku tahu ada kuasa hebat yang memelihara.
hingga kusampai pada pelukan yang melindungi dan menghangatkan.
Kutenang bersama-Nya.
Rinduku
Puisi : Hany Tuarissa
Hangatnya malam membuat aku terjaga,
hening dalam alunan musik klasik
seketika ku terbawa dalam memori indah
memori tentang masa kecil di Negeri nan jauh di sana
terbawa masuk kedalaman imajinasi yang penuh embun
Sejuk oh menawan,
detak jantung berlahan mengikuti alunan
waktu terasa begitu lambat tapi besarnya kerinduan
tuk yang elok dan rupawan
seketika ku menatap cermin di samping tempatku berbaring
oh inikah diriku yang begitu rindu
gunung, tanah dan air yang perna kunikmati
TIHULALE AMALESSY tercinta.
Hidup ini muda
By ; Hany Tuarissa
Ingin bahagia buatlah hidupmu bahagia,
Ingin sukses buatlah hidupmu sukses.
Hidup ini indah jangan persulit hidupmu untuk tdk menikmatinya.
Karna kita sendiri yang menentukan bahagia atau tidaknya kita,
jangan pernah menyalahkan org lain atas ketidak bahagianya hidupmu,
karena di saat yg sama kamu sedang mempermalukan dirimu
karena kamu tak sanggup membahagiakan dirimu sendiri pada hal itu mudah.
jangan perna takut untuk mencoba
Ku berbisik untukmu
By : Hany Tuarissa
Malam mulai larut, dan mungkin kamu lelah,
sebelum terlelap ijinkan aku berbisik di telingamu,
sayup-sayup kulantunkan
tidurlah sayang, tidurlah kasih
berbaringlah di sisiku hingga kau terjaga
tak perlu ku katakan cinta, kau merasakannya sendiri.
karna hari-hari hidupku kan kuhabiskan bersamamu.
aku mungkin tidak cerdas, tapi kan kulakukan cinta itu bukan dengan kata.
saat aku tergoda yang lain boleh pergi, tapi aku akan tetap di sini memberikan kekuatanku untukmu
membuktikan komitmenku saat pertama kali aku mengenalmu.
kuberikan hatiku, kuberikan mataku agar kau bisa melihat dan merasakan bagaimana sikap cinta menjaga kau dan aku MAHINAKU.
Siapkan Hati dan Jiwa
By : Hany Tuarissa
Berada dalam alam doa menyambut pagi
dengan sejuta harapan,
walau hati ikut berduka saat mendengar berita
Tetap percaya bahwa yang Tuhan buat itu baik
Dan semua orang pasti akan menuju kesana,
Sesat terdiam dalam sepi berpikir persiapkan diri
trus melanjutkan hidup dengan benar.
supaya ketika di panggil, hati dan jiwa ini siap.
Hutanku Terancam
By : Hany Tuarissa
Saat Hutan terdiam,
sunyi dan tak bersuara,
nafaspun terhenti berlahan
dan kembali saat menyadari bahwa semua akan tiada
karena rakusnya pengusaha hutan yang kian hari kian rakusnya,
menggunakan kelemahan undang-undang
dan berlindung di baliknya
mengambil semuanya dan mengusir mereka yang mencintai alamnya dari tanahnya sendiri, pemerintapun terkesan tak bertelinga,
tak bermata memiliki tangan tapi hanya untuk menerima suap,
hak-hak masyarakat adatpun di abaikan dan terusir dari tanahnya sendiri.
aku tak ingin semua itu terjadi di tanah di mana aku di besarkan,
semoga saja.!
Rindu Sayang Ayah
By : Hany Tuarissa
Saat malam menyelimuti hariku
sesaat hening membawaku pada masa kecil
saat aku duduk di bangku sekolah minggu
Dia yang kurindu bernyanyi bersamaku
Kidung Jemaat 329
Tinggal sertaku; hari t’lah senja.
G’lap makin turun, Tuhan, tinggallah!
Lain pertolongan tiada kutemu:
Maha Penolong, tinggal sertaku!
hingga aku tertidur dalam pelukannya yang hangat
setiap kali kunyanyikan lagu ini ku rindukan dirinya
rindu ini yang membuatku kuat bertahan dalam derasnya dunia
dengan satu tekat membanggakan Dia yang tlah tiada,
sang Ayah yang ku cinta.
Ketenangan di Roda Hidup
Sang mentari menari bersama embun cantiknya
kulihat burung siang berlari ke dahan-dahan
setelah membangunkan yang masih terlelap
oh...indahnya dunia di buat kekasih peluknya dengan lembut
Terus berjalan sembari angin meniup di teriknya mentari
membakar jiwa yang haus ketenangan
meliuk-liuk bakpenari balet di panggung kehidupan
berlomba menjadi sang juara
Saat mentari mulai lemas, mukanya memerah
tertatih-tati menuju peraduan
burung pombo berselimut kain daun tukterlelap
rembulanpun menjaga dalam malam gelap
Jakarta 7 Agustus 2014
Hany Tuarissa
..
Rasaku
kemilau asa di ufuk timur nan jahu
menjanjikan sejuta keinginan terpendam di kalbu
diawal titik langkah perlahan
menjadikan Negeri menabur harapan
saat ku tersadar di bangunkan pagi
hatiku melayang menuju yang ku cinta
ini ungkapan terdalam yang gak bisa aku artikan
tapi mungkin saja artinya "RINDU"
Hany Tuarissa
Rinduku Untuk Istri dan anakku
Pagi datang lagi
membawa mentari
Begitu indah dalam kecerahan
Demikian juga hatiku
Untuk Istri dan Anak yang ku cinta
ku harus meninggalkan mereka
Untuk sesaat.
dan cintaku tinggal Menemani
sampai ku kembali
Melengkapinya dengan kebahagian
Sekalipun langit runtuh
Cintaku akan tetap hidup
Untuk istriku Jeanny Marselyn Tuarissa Hutahaean dan anaku Abhigael Zefnath Leopold
I LOVE YOU
Terima Kasih Tuhan
Kotamu Kotaku
Rinduku Untuk Istri dan anakku
Pagi datang lagi
membawa mentari
Begitu indah dalam kecerahan
Demikian juga hatiku
Untuk Istri dan Anak yang ku cinta
ku harus meninggalkan mereka
Untuk sesaat.
dan cintaku tinggal Menemani
sampai ku kembali
Melengkapinya dengan kebahagian
Sekalipun langit runtuh
Cintaku akan tetap hidup
Untuk istriku Jeanny Marselyn Tuarissa Hutahaean dan anaku Abhigael Zefnath Leopold
I LOVE YOU
Terima Kasih Tuhan
Ku heran Elohim menbri
Pagi yg indah ku trima
Kesegaran dan kedamaian melingkupi
Seisi rumahku penuh suka cita
Pagi yg indah ku trima
Kesegaran dan kedamaian melingkupi
Seisi rumahku penuh suka cita
Wajah anakku Abhi yg berseri
Saat bermain di pagi ini
Membuatku terbang dalam cinta
Bersyukur atas kasih yg Elohim bri
Saat bermain di pagi ini
Membuatku terbang dalam cinta
Bersyukur atas kasih yg Elohim bri
Aku menjadi lupa dengan rasa iri
Mulai lupa dng dengki dan ketamakan
Bukan karna aku sombong
Tapi karna ku sibuk menikmati kasih Tuhan.
Mulai lupa dng dengki dan ketamakan
Bukan karna aku sombong
Tapi karna ku sibuk menikmati kasih Tuhan.
Jika Tuhan ada di hadapanku saat ini
Kan ku peluk Dia dan menciumnya
Ko kan bisikan di telingaNya
TRIMA KASIH TUHAN ATAS SEMUA KEBAIKANMU.
Kan ku peluk Dia dan menciumnya
Ko kan bisikan di telingaNya
TRIMA KASIH TUHAN ATAS SEMUA KEBAIKANMU.
Jakarta 9 Juli 2015
Hany Tuarissa
Hany Tuarissa
Kotamu Kotaku
Dari ketinggian ku lihat kota Jakartamu
Oh meganya, bangunan bangunan tinggi menjulang
Tapi tak kulihat langit membiru di atasnya
Tertutup kabut dan polusi
Oh meganya, bangunan bangunan tinggi menjulang
Tapi tak kulihat langit membiru di atasnya
Tertutup kabut dan polusi
Mungkin kamu bangga dengan kotamu Jakarta
Tapi aku bersedih karnanya
Ada banyak orang yang hidup di dalamnya
Tapi tak saling peduli
Tapi aku bersedih karnanya
Ada banyak orang yang hidup di dalamnya
Tapi tak saling peduli
Ku ingat Negeriku yang jau di sana
Sekalipun kami makan papeda dan kasbi
Tapi kami saling peduli
Jika kau tanyakan namaku di ujung Negeriku
Kau akan tekejut dengan ramahnya Negeriku
Mengantarmu sampai ke rumahku
Sekalipun kami makan papeda dan kasbi
Tapi kami saling peduli
Jika kau tanyakan namaku di ujung Negeriku
Kau akan tekejut dengan ramahnya Negeriku
Mengantarmu sampai ke rumahku
Oh aku lupa Jakarta kotaku juga
Pusat Negaraku MERAH dan PUTIH
Mungkinkah menjadi Negeriku ?
Pusat Negaraku MERAH dan PUTIH
Mungkinkah menjadi Negeriku ?
Jakarta 9 Juli 2015
Hany Tuarissa di puncak gedung
Hany Tuarissa di puncak gedung
Negeriku yang elok
lihat, coba kau lihat
langitnya biru
gunung yang lebat
laut yang jernih
bayangkan saja udaranya pastilah sejuk
langitnya biru
gunung yang lebat
laut yang jernih
bayangkan saja udaranya pastilah sejuk
oh aku kangen,
dengan Negeriku
menghitung bulan
aku akan kesana
mungkin untuk beberapa hari
menikmati indahnya Negeriku
dengan Negeriku
menghitung bulan
aku akan kesana
mungkin untuk beberapa hari
menikmati indahnya Negeriku
tapi aku harus bersabar
supaya saat tiba kan kupuaskan dahaga rinduku
di tanah dan air Negeri yang ku cinta
TIHULALE AMALESSY
supaya saat tiba kan kupuaskan dahaga rinduku
di tanah dan air Negeri yang ku cinta
TIHULALE AMALESSY
Jakarta 11 Juli 2015
Hany Tuarissa yang rindu
Hany Tuarissa yang rindu
Suara Jiwaku, Untukmu Pejuang Amalessy
Tarikanlah kalewang
tombak pun ikut menari
parang pameri kasih rata
meski Jalan kau berat penuh kerikel
berbukit melebihi dahsyatnya ombak badai
Tapi kau punya saudara seperjuangan di seluruh penjuru bumi
Satu dalam doa dan harapan
Meski tak menyapa dalam usaha
Semoga suatu saat nanti katong baku dapa
Di ujung kemenangan negeri
Jangan perna sejengkalpun kau lepaskan
Tanah pemberian nenek moyangmu
Bertumpalah darah dan keringatmu di situ
Matipun kau bangga di atas tanah nenekmoyangmu
tombak pun ikut menari
parang pameri kasih rata
meski Jalan kau berat penuh kerikel
berbukit melebihi dahsyatnya ombak badai
Tapi kau punya saudara seperjuangan di seluruh penjuru bumi
Satu dalam doa dan harapan
Meski tak menyapa dalam usaha
Semoga suatu saat nanti katong baku dapa
Di ujung kemenangan negeri
Jangan perna sejengkalpun kau lepaskan
Tanah pemberian nenek moyangmu
Bertumpalah darah dan keringatmu di situ
Matipun kau bangga di atas tanah nenekmoyangmu
AMALESSY
Jakarta 22 Juli 2015
Hany Tuarissa
.............Rumput?
ah hari uda semakin gelap
aku masih di sini dan yang ku ingat rumput itu
rumput yang menolongkong saat terluka
beberapa bekas masih dapat ku lihat dengan jelas.
terkadang aku tak mengindakannya
menginjak dan merusaknya begitu saja
untuk mengobati lukaku ku ambil dengan kasar rumput itu
tanpa tahu apa yang dia rasakan
sakitkah? sedihkah? atau senang?
ah aku banyak bicara,ternyata aku egois,
sekarang rumput itu tak lagi ku lihat
karna jarak memesah, entah kapan ku jumpa,
belum ada alasan tuk kembali, atau aku mulai tawar
walau sepajang hutan burung gagak berteriak hebat
hampir-hampir aku tak lagi punya rasa
aku masih di sini dan yang ku ingat rumput itu
rumput yang menolongkong saat terluka
beberapa bekas masih dapat ku lihat dengan jelas.
terkadang aku tak mengindakannya
menginjak dan merusaknya begitu saja
untuk mengobati lukaku ku ambil dengan kasar rumput itu
tanpa tahu apa yang dia rasakan
sakitkah? sedihkah? atau senang?
ah aku banyak bicara,ternyata aku egois,
sekarang rumput itu tak lagi ku lihat
karna jarak memesah, entah kapan ku jumpa,
belum ada alasan tuk kembali, atau aku mulai tawar
walau sepajang hutan burung gagak berteriak hebat
hampir-hampir aku tak lagi punya rasa
11 April 2016
HT,
HT,
Ambe untuk Amin
Seperti biasanya pagi datang lagi
Dan aku masih berat tuk bangun
Ambe..ambe...ambe terdengar dekat di telingaku
Hahaha si Abhi membangunkanku dengan caranya
Apa artinya ku masih mencari
Mungkin dia menyemangatiku tuk cepat bangun
Mandi dan bergegas ke kantor
Atau mungkin dia ingin bermain denganku di pagi indah
Dangke ya nak kau bangunkan aku
Ternyata kau ingin kita berdoa bersama mamimu.
Amin katamu.
Dan aku masih berat tuk bangun
Ambe..ambe...ambe terdengar dekat di telingaku
Hahaha si Abhi membangunkanku dengan caranya
Apa artinya ku masih mencari
Mungkin dia menyemangatiku tuk cepat bangun
Mandi dan bergegas ke kantor
Atau mungkin dia ingin bermain denganku di pagi indah
Dangke ya nak kau bangunkan aku
Ternyata kau ingin kita berdoa bersama mamimu.
Amin katamu.
12 April 2016
HT
HT
Di Bawah Matahari Sia-Sia
Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?
Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada.
Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali.
Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali.
Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu.
Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.
Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.
Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: "Lihatlah, ini baru!"? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada.
Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datang pun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.
Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada.
Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali.
Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali.
Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu.
Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.
Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.
Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: "Lihatlah, ini baru!"? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada.
Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datang pun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.
Pengkhotbah
di 1:3-11
di 1:3-11
HT
Rumah sakit Waras
apakah kita jadi tidak waras.
yang penting Ahok jangan jadi gubernur
karena dia kafir, keturunan cina
namanya Sumber Waras
jangan sampai kita malah ga waras
semakin di hujat dan di fitnah
semakin harum namanya
dia warga negara Indonesia
dia punya hak yang sama dengan anda dan saya
yang juga warga negara Indonesia
kecuali UUD 1945 sudah di buang
dan tidak ada lagi yang namanya NKRI
dan mari kita rame rame memisahkan diri.?
kalau Ahok itu belum mati mungkin anda belum tenang
memfitna dan terus mencari cari kesalahannya
hingga yang tidak ada di buat seakan akan ada.
menciptakan opini supaya dia di benci
oh tidak juga ternyata anda juga percaya Tuhan tak tidur.
apakah kita jadi tidak waras.
yang penting Ahok jangan jadi gubernur
karena dia kafir, keturunan cina
namanya Sumber Waras
jangan sampai kita malah ga waras
semakin di hujat dan di fitnah
semakin harum namanya
dia warga negara Indonesia
dia punya hak yang sama dengan anda dan saya
yang juga warga negara Indonesia
kecuali UUD 1945 sudah di buang
dan tidak ada lagi yang namanya NKRI
dan mari kita rame rame memisahkan diri.?
kalau Ahok itu belum mati mungkin anda belum tenang
memfitna dan terus mencari cari kesalahannya
hingga yang tidak ada di buat seakan akan ada.
menciptakan opini supaya dia di benci
oh tidak juga ternyata anda juga percaya Tuhan tak tidur.
13 April 2016
HT untuk Suara di kaki langit
HT untuk Suara di kaki langit
Lihatlah jalanmu
jangan menole ke kiri dan ke kanan
pada jalan yang di lalui org lain
supaya kau menemukan sesuatu
yg bahagiakan dirimu di ujung jalan itu.
Tapi jika kamu tak dapat sampai di ujung jalanmu sendiri
kamu pun tak menyalahkan orang lain atas kegagalanmu.
HT
Gondang dan Cakalele si Papa Anak Lelakiku"
Anakku harus pandai bermain alat musik Godang
dan pandai menari cakalele
siapa yang harus mengajarnya? Aku..ya aku
dia akan belajar Gondang bukan berarti harus tinggal di Batak
dia akan belajar menari Cakalele bukan berarti harus tinggal di Maluku
dia akan tetap tinggal memainkan musik Gondang dan menari Cakalele di tanah dimana dia putus pusa
sampai kelak dia dewasa dan menentukan di mana dia harus mementaskan apa yang telah di pelajarinya
dan ku sebut dia Abhi(Ama), si Papa anak lelakiku.
Anakku harus pandai bermain alat musik Godang
dan pandai menari cakalele
siapa yang harus mengajarnya? Aku..ya aku
dia akan belajar Gondang bukan berarti harus tinggal di Batak
dia akan belajar menari Cakalele bukan berarti harus tinggal di Maluku
dia akan tetap tinggal memainkan musik Gondang dan menari Cakalele di tanah dimana dia putus pusa
sampai kelak dia dewasa dan menentukan di mana dia harus mementaskan apa yang telah di pelajarinya
dan ku sebut dia Abhi(Ama), si Papa anak lelakiku.
Jakarta, 18 April 2016
HT untuk si Papa anak lelakiku
HT untuk si Papa anak lelakiku
Hujan panas beriringan seakan berpesta,
hy ada apa gerangan tuan menghalangi jalanku?
Adakah yg ingin di sampaikan?
Atau tuan ingin aku beristirahat sejenak.
Ok aku turutin kemauan tuan
Di emperan ku duduk bertedu
Sambil menunggu tuan menari
Ku makan bekalku ya
Ada nasi, sayur dan ikan apakah tua mau?
Ah tuan jangan malu, mari kita bagi berdua.
Kemudian bebaskan dan biarkan aku melanjutkan jalanku.
Ada tugas OTS yang harus aku selesaikan
Bantulah aku tuan, berhentilah berpesta.
Adakah yg ingin di sampaikan?
Atau tuan ingin aku beristirahat sejenak.
Ok aku turutin kemauan tuan
Di emperan ku duduk bertedu
Sambil menunggu tuan menari
Ku makan bekalku ya
Ada nasi, sayur dan ikan apakah tua mau?
Ah tuan jangan malu, mari kita bagi berdua.
Kemudian bebaskan dan biarkan aku melanjutkan jalanku.
Ada tugas OTS yang harus aku selesaikan
Bantulah aku tuan, berhentilah berpesta.
Di 12:33 PM
19 April 2016
Bersama Tuan Si Hujan Panas
19 April 2016
Bersama Tuan Si Hujan Panas
Seng hobi di penampilan
Main cantik to kawan
susa ka sanang Heppy io ka
tumbuhlah menantang awan
seperti pisang tongkat ke langit
biar kambing di kampung sendiri
jadi banteng di perantawan itu lagu batak to
tapi seng lupa sagu pung papeda
makang akang deng aer garang
hati sanang sampe lupa tarkira orang pung busu
iyo ka ide
Main cantik to kawan
susa ka sanang Heppy io ka
tumbuhlah menantang awan
seperti pisang tongkat ke langit
biar kambing di kampung sendiri
jadi banteng di perantawan itu lagu batak to
tapi seng lupa sagu pung papeda
makang akang deng aer garang
hati sanang sampe lupa tarkira orang pung busu
iyo ka ide
19/4/2016
HT
HT
Kemana Kau Cari
di sana seram tertutup awan
di sana seram tertutup awan
sejuta asa dan harapan
tentang lengenda atau fakta
insan yang dulu merdeka di perbudak
kini anak dan cucu mencari jati diri dalam kemerdekaan
dari mana dan di mana dia berasal
tanah, debu dan lumpur?
seperti mereka yang menyebut diri samawi
merasa lebih benar dan tahu tentang sang pencipta
awan terlalu gelap tuk kau ketahui
menutup matamu dengan sejuta karangan sejarah bangsa lain
dan kau anggap itu milikmu
sampai tak sanggup kau lihat remah rempahmu
laut dalam tempat mutiara dan lola
cengke deng pala mengundang mereka tuk menipumu
kini kau bergantung pada mereka
yang merampas tanoar nenek moyangmu
seperti ajing peliharaan yang nurut sama tuannya.
kau punya gigit dan suara bahkan punya kaki
lepaskanlah rantai itu dan berlarilah
carilah siapa dan darimana dirimu berasal
bukan di suap tulang oleh tuanmu
pada hal itu tulang saudaramu
oh ALIFURUKU.
tentang lengenda atau fakta
insan yang dulu merdeka di perbudak
kini anak dan cucu mencari jati diri dalam kemerdekaan
dari mana dan di mana dia berasal
tanah, debu dan lumpur?
seperti mereka yang menyebut diri samawi
merasa lebih benar dan tahu tentang sang pencipta
awan terlalu gelap tuk kau ketahui
menutup matamu dengan sejuta karangan sejarah bangsa lain
dan kau anggap itu milikmu
sampai tak sanggup kau lihat remah rempahmu
laut dalam tempat mutiara dan lola
cengke deng pala mengundang mereka tuk menipumu
kini kau bergantung pada mereka
yang merampas tanoar nenek moyangmu
seperti ajing peliharaan yang nurut sama tuannya.
kau punya gigit dan suara bahkan punya kaki
lepaskanlah rantai itu dan berlarilah
carilah siapa dan darimana dirimu berasal
bukan di suap tulang oleh tuanmu
pada hal itu tulang saudaramu
oh ALIFURUKU.
22 April 2016
HT di Tanah Perantawan
HT di Tanah Perantawan
Boleh kah Aku.?
oh kuteriakan padamu
gunung dunia bertangga sembilan
kau di anggap suci bagi mereka sima-sima
yang percaya sebelumnya di penuhi air
kau munculkan Hoele sebua cerita
yang awal kau tempatkan mereka di Murkele
meninggalkan Munusela sendirian dan hilang
kau begitu hebat bertingkat tingkat 9
dengan tangga tangga mataharimu oh ha lea
Hingga puncakmu di beri nama Nia
disanahlah kau tempatkan jiwa yang baik seperti sorga?
bersama Upua yang kau sebut Allah seperti samawi
tapi bolehkah aku mengkritikmu?
jikalaupun boleh biarlah dunia terbuka
tentang ceritamu yang penuh sandiwara.
mata biru yang membudakmu di awal.
hingga kau tertipu dengan kain kafan buatannya
oh marilah bercerita, berceritalah saja
jangan takut akupun ingin mendengarkanmu.
gunung dunia bertangga sembilan
kau di anggap suci bagi mereka sima-sima
yang percaya sebelumnya di penuhi air
kau munculkan Hoele sebua cerita
yang awal kau tempatkan mereka di Murkele
meninggalkan Munusela sendirian dan hilang
kau begitu hebat bertingkat tingkat 9
dengan tangga tangga mataharimu oh ha lea
Hingga puncakmu di beri nama Nia
disanahlah kau tempatkan jiwa yang baik seperti sorga?
bersama Upua yang kau sebut Allah seperti samawi
tapi bolehkah aku mengkritikmu?
jikalaupun boleh biarlah dunia terbuka
tentang ceritamu yang penuh sandiwara.
mata biru yang membudakmu di awal.
hingga kau tertipu dengan kain kafan buatannya
oh marilah bercerita, berceritalah saja
jangan takut akupun ingin mendengarkanmu.
27 April 2016
HT
HT
Hei kamimina
mari alamana mari bercerita
ceritalah apa yang kau ketahui
tentang dari mana dirimu berasal
jangan kau takut pada matahari
jangan pula pada bulan
jika lautmu masih membiru
biarlah gunungmu menghijau
tumbuh cengke hutan dan pala bertebaran
hingga kau tau mengapa dia sebut sangsibar
dan kau di sebut Alifuru.
Mae apapua tersedia
kita makan bersama sama
kapur dan siri
tidaklah mengapa kau sembur di kakiku
biarlah dia memerah menunjukan darahmu
MALUKU ku.
mari alamana mari bercerita
ceritalah apa yang kau ketahui
tentang dari mana dirimu berasal
jangan kau takut pada matahari
jangan pula pada bulan
jika lautmu masih membiru
biarlah gunungmu menghijau
tumbuh cengke hutan dan pala bertebaran
hingga kau tau mengapa dia sebut sangsibar
dan kau di sebut Alifuru.
Mae apapua tersedia
kita makan bersama sama
kapur dan siri
tidaklah mengapa kau sembur di kakiku
biarlah dia memerah menunjukan darahmu
MALUKU ku.
27 April 2016
Ama Abhi dan Abhel
AKU MENGADU
Bercinta dengan Alam
berbisik di telinga Tuhan
Mengadu tentang bumi yang ku pijak
Dimana ada orang orang yang kucinta
Apakah Dia cemburu atau sebaliknya
Karna hatiku ada di jantung keluargaku
Dan jantungku ada di hati anak dan istriku
Aku mengadu juga tentang dia si kecilku
Yang terbaring lema di tanah penghasil Emas
Tanah koteka dan pinang berserakan
Aku mengadu juga tentang ibuku
Di tanah rahim yang mengandung Alifuru
Sembuhkan dalam pengasihan
Jika embun di dedaunan menyejukan
Sejukanlah Negeriku di samping telaga
Lebih di antara 99
Dan kan ku bernyanyi untukNya
Tanpa musik dan rebana.
26 Agustus 2016
03:18
Ama Abhi dan Abhel
Ama Abhi dan Abhel
AKU MENGADU
Bercinta dengan Alam
berbisik di telinga Tuhan
Mengadu tentang bumi yang ku pijak
Dimana ada orang orang yang kucinta
Apakah Dia cemburu atau sebaliknya
Karna hatiku ada di jantung keluargaku
Dan jantungku ada di hati anak dan istriku
Aku mengadu juga tentang dia si kecilku
Yang terbaring lema di tanah penghasil Emas
Tanah koteka dan pinang berserakan
Aku mengadu juga tentang ibuku
Di tanah rahim yang mengandung Alifuru
Sembuhkan dalam pengasihan
Jika embun di dedaunan menyejukan
Sejukanlah Negeriku di samping telaga
Lebih di antara 99
Dan kan ku bernyanyi untukNya
Tanpa musik dan rebana.
26 Agustus 2016
03:18
Ama Abhi dan Abhel
Langganan:
Postingan (Atom)















.jpg)





